Rabu, 25 April 2012

esai_pramuka dalam pembenukan karakter bangsa


Pramuka dalam Pembentukan Karakter Bangsa
Pramuka sebagai kegiatan ekstrakulikuler di sekolah tentunya tidak asing lagi bagi semua orang. Kata “Pramuka” merupakan kepanjangan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
Sedangkan yang dimaksud dengan “Kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan praktis, yang dilakukan di alam terbuka yang sasaran akhirnya adalah pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.
Belakangan ini, pramuka kurang diminati oleh sebagian siswa karena sebagian besar dari mereka menganggap, Pramuka itu ketinggalan zaman. Benarkah? Pernyataan seperti itu yang membunuh eksistensi dan minat pramuka di kalangan siswa, terutama remaja di era globalisasi seperti sekarang ini. Hal ini didukung pula dengan tidak dimasukannya pramuka sebagai ektrakulikuler.
Sebenarnya, masalah pokok yang membuat pramuka kini semakin berkurang eksistensinya adalah ketidaktahuan kita akan kontribusi yang telah disumbangkan Pramuka, yaitu kontribusi yang sebagian besar lebih menekankan pada pembentukan karakter bangsa sehingga menjadi pribadi yang kuat, berakhakul karimah serta berbudi luhur diantaranya, kemandirian, leadership (kepemimpinan), kerjasama yang baik, dan kedisiplinan.
Sebenarnya masih banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pramuka. Hanya saja, remaja zaman sekarang jarang yang dapat merenungi kontribusi pramuka untuk bangsa, sehingga pramuka sendiri terkesan ketinggalan zaman. Kesimpulannya, Bagaimana caranya agar pramuka masih bisa menjaga eksistensinya dan memberi manfaat bagi bangsa Indonesia sehingga negeri ini tetap jaya? Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab oleh tangan-tangan kita, jiwa-jiwa kita dan tekad kita untuk terus maju membangun negeri. Tak ada kata menyerah. Mari kita membangun Indonesia jaya dimulai dari diri kita sendiri. Karena semua yang kelak terjadi berawal dari diri kita.

0 komentar:

Poskan Komentar